Jerman Mengizinkan Huawei Digunakan dalam Jaringan 5G

Jerman Mengizinkan Huawei Digunakan dalam Jaringan 5G
Selama hampir satu tahun sekarang, pemerintah AS telah memperingatkan sekutu Eropa untuk tidak mengizinkan Huawei memasok peralatan jaringan untuk jaringan 5G mereka.

Itu alasannya ialah pemasok peralatan jaringan terbesar di dunia, dengan pangsa pasar 28%, dianggap sebagai bahaya keamanan nasional di AS.

Para pembuat undang-undang Amerika khawatir di bawah aturan komunis Tiongkok, Huawei mampu dipaksa untuk memata-matai perusahaan dan konsumen AS.

Dan tidak peduli seberapa sering pabrikan Tiongkok mengeluarkan penolakan, mereka tidak mampu meyakinkan anggota dewan legislatif AS dari salah satu pihak bahwa peralatan jaringan dan telepon perusahaan tidak mempunyai ‘pintu belakang’ yang siap untuk mengirim intelijen ke Beijing.

Sangat sedikit sekutu AS yang mengindahkan peringatan itu. Hari ini, Reuters melaporkan, aturan gres Jerman yang meliputi pembangunan jaringan 5G di negara itu tidak melarang penggunaan peralatan Huawei.

5G ialah generasi berikutnya dari konektivitas nirkabel dengan kecepatan unduh data 10 kali lebih cepat dari 4G.

Ekonomi global akan terangkat alasannya ialah bisnis dan industri gres akan diciptakan untuk mengambil laba dari kecepatan data yang lebih cepat dan latensi rendah.

Negara-negara yang mencapai garis finis pertama akan mempunyai laba besar dalam ekonomi 5G yang baru.

Selama konferensi pers yang diadakan di Berlin, juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert mengatakan, “Kami tidak mengambil keputusan pre-emptive untuk melarang pemain film atau perusahaan apa pun.” Negara mencoba memperlihatkan pemasok lapangan permainan yang setara.

Pemerintahan Trump mencari ‘pengganti’ Huawei. Para pejabat dilaporkan mendekati Cisco dan Oracle, tetapi keduanya menolak dengan menyebutkan waktu dan uang yang diharapkan untuk memasuki segmen industri jaringan 5G. Makara para pejabat Trump diduga mempertimbangkan kemungkinan membuang uang ke Nokia dan Ericsson.

Operator Jerman ialah pelanggan Huawei dan mereka mengeluh bahwa pelarangan perusahaan akan menunda penyelesaian pembangunan jaringan 5G selama bertahun-tahun dan menambah miliaran dolar biaya.

Dan mirip yang telah kami sampaikan di atas, negara-negara yang menggelar jaringan mereka sebelum yang lain akan mempunyai awal yang baik dalam hal menerima uang dari kecepatan 5G yang lebih cepat.

Di bawah aturan baru, penyedia komunikasi nirkabel Jerman Deutsche Telekom, Vodafone, dan Telefonica Deutschland harus menerapkan standar keamanan yang ditingkatkan untuk bagian-bagian penting dari jaringan mereka.

Pemasok harus disertifikasi oleh otoritas cybersecurity Jerman, Kantor Federal untuk Keamanan Informasi (BSI). Jika peralatan dari pemasok mana pun dipakai untuk memata-matai, mampu dihentikan dan dituntut atas kerusakan yang dilakukan oleh operator.

Selain AS, Australia dan Jepang telah melarang peralatan jaringan Huawei dipakai di negara mereka. Operator Inggris telah menyampaikan kepada Parlemen bahwa mereka harus berkonsentrasi pada komitmen ekonomi 5G dan artinya mengizinkan peralatan Huawei untuk dipakai di jaringan 5G negara itu.

Dengan keputusan Jerman, sepertinya peringatan AS perihal Huawei diabaikan secara terang-terangan di Eropa.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *