ZTE Operasikan Laboratorium Keamanan Terbaru di Jantung Eropa

ZTE Operasikan Laboratorium Keamanan Terbaru di Jantung Eropa

Chief Security Officer ZTE, Zhong Hong menegaskan bahwa sebagai perusahaan jaringan yang telah beroperasi di banyak negara, pihaknya selalu berupaya mendengarkan sekaligus berupaya mengatasi kekhawatiran yang diajukan oleh industri dan publik perihal keamanan 5G.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Zhong, ketika membuka laboratorium keamanan siber terbaru milik ZTE. Laboratorium yang dibuka pada Selasa (9/7) di Brussels, Belgia, serupa dengan akomodasi yang dioperasikan oleh ZTE di Nanjing, China dan Roma, Italia pada Mei 2019.

Berbicara pada pembukaan laboratorium tersebut, Zhong menegaskan kembali impian perusahaan untuk memperluas pijakannya di Eropa dan ambisi untuk “melangkah lebih jauh” menjadi lebih terbuka, transparan dan gampang diakses.

Upaya ini dilakukan untuk menepis kekhawatiran perihal vendor China dan keamanan peralatan mereka yang dikerap disebut-sebut rentan dengan praktek spionase.

Zhong menjelaskan perusahaan menentukan Brussels secara khusus alasannya menganggap kota itu sebagai “jantung administratif dan politik Uni Eropa”, dengan lab yang dirancang untuk memperlihatkan saluran yang lebih luas ke verifikasi keamanan produk, layanan, dan proses yang telah dikembangkan oleh ZTE.

“Tujuan dari pembangunan laboratorium keamanan siber yaitu untuk memperlihatkan pelanggan Eropa, regulator dan pemangku kepentingan lainnya dengan transparansi yang lebih besar dengan memverifikasi keamanan, berkomunikasi perihal keamanan dan bekerja sama untuk meningkatkan keamanan”, ujar Zhong.

Empat fungsi utama akan dijalankan dari laboratorium ZTE ini setiap hari, yaitu tinjauan aba-aba sumber, tinjauan dokumen, pengujian kotak hitam, dan pengujian penetrasi.

Vendor jaringan yang berbasis di Shenzen itu, juga berencana untuk melaksanakan penelitian suplemen dengan perusahaan keamanan terkemuka untuk lebih lanjut melindungi sistem 5G, yang Zhong katakan merupakan bab dari planning strategis jangka panjang.

“Keamanan tidak mampu dilakukan oleh satu vendor tunggal atau operator telekomunikasi. Kita semua dihadapkan dengan tantangan keamanan di kurun 5G”, tandas Zhong.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *