Kuartal 1-2019, Huawei Bertahan Di Posisi Dua Vendor Smartphone Dunia

Kuartal 1-2019, Huawei Bertahan Di Posisi Dua Vendor Smartphone Dunia

Raksasa telekomunikasi asal China Huawei bisa mempertahankan posisi sebagai vendor ponsel akil terbesar kedua di dunia pada kuartal pertama 2019. Laporan tersebut dikeluarkan oleh forum riset terkemuka Gartner, sebelum perusahaan masuk daftar hitam oleh Amerika Serikat.

Gartner juga menyampaikan Huawei terus mengurangi kesenjangan dengan Samsung, tetapi memperingatkan bahwa pertumbuhan bisa dibatasi dalam waktu dekat.

Pemerintah AS pada 15 Mei 2019, memblokir Huawei dari membeli barang-barang dari perusahaan AS, dengan alasan perusahaan terlibat dalam acara yang bertentangan dengan keamanan nasional.

Namun pekan lalu, Presiden Donald Trump sedikit melunak dengan memperlihatkan Huawei lisensi untuk membeli barang-barang AS, sampai 19 Agustus.

Gartner menyampaikan Samsung mempertahankan posisi teratas dalam penjualan ponsel akil di seluruh dunia, mencapai pangsa pasar 19,2% pada kuartal pertama 2019.

Huawei mencapai pertumbuhan tahun-ke-tahun tertinggi di antara lima besar dunia – pembuat ponsel akil : Samsung, Huawei, Apple, OPPO dan Vivo.

Huawei menjual 58,4 juta unit smartphone di kuartal ini, dengan pertumbuhan di semua wilayah, laporan Gartner menunjukkan.

Pencapaian Huawei terbilang kontras, mengingat total penjualan global smartphone kepada pengguna akhir, turun 2,7% di kuartal ini, dengan 373 juta unit terjual. Sehingga naiknya penjualan Huawei lebih sebab keberhasilan perusahaan memangsa pangsa pasar milik vendor lain.

Huawei berhasil dengan sangat baik di dua pasar terbesarnya, Eropa dan Greater China, di mana penjualan smartphone tumbuh masing-masing sebesar 69% dan 33%. Hingga kuartal 1-2019, Huawei mempunyai market share 29,5% dari pasar smartphone di Tiongkok Raya.

Tetapi imbas dari tindakan AS terhadap Huawei kemungkinan akan menciptakan para pembeli menjadi khawatir. PriceSpy, situs perbandingan produk yang menarik rata-rata 14 juta pengunjung per bulan, menyampaikan pekan kemudian bahwa handset Huawei menarik lebih sedikit klik dari pembeli online.

“Tidak tersedianya aplikasi dan layanan Google pada smartphone Huawei, kalau diimplementasikan, akan mengganggu bisnis smartphone internasional Huawei yang hampir setengah dari bisnis telepon di seluruh dunia,” kata Anshul Gupta, Direktur Riset Senior Gartner.

“Tidak sedikit hal itu membawa kekhawatiran di antara pembeli, sehingga berpotensi membatasi pertumbuhan Huawei dalam waktu dekat,” tambahnya.

Akibat embargo AS, sejumlah perusahaan yang telah menghindar, baik sepenuhnya maupun membatasi pembelian dari Huawei.

Mereka diantaranya yakni Google, ARM Softbank (Inggris), Intel, Qualcomm Inc, Xilinx Inc, Broadcom, Panasonic (Jepang) dan EE BT Group (Inggris).

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *