Pengguna Android Bisa Bayar Cash di Play Store

Pengguna Android Bisa Bayar Cash di Play Store

Berapa banyak jumlah aplikasi Android di Google play store, mungkin lebih banyak ketimbang aplikasi di App Store. Meskipun mendominasi aplikasi di play store, namun sayangnya, jumlah pendapatan Android lebih sedikit dibandingkan dengan iOS.

Oleh Karena itu, Google berniat untuk menciptakan metode gres dalam pembayaran untuk membeli aplikasi secara cash alias tunai. Sebelumnya untuk membeli sebuah aplikasi berbayar, pengguna harus mempunyai kartu kredit sebagai alat pembayarannya.

Akan tetapi penggunaan kartu kredit menjadi hambatan di negara berkembang, sehingga pengguna cenderung lebih nyaman mengunduh aplikasi-aplikasi gratis yang ada di Play Store.

Untuk menyiasati hal itu, mirip dilaporkan Engadget, Google menghadirkan pending transactions, yang menunjukkan pengguna membayarnya tanpa memakai kartu kredit atau online payment lainnya. Untuk menuntaskan dilema tersebut, Google telah bekerja sama dengan 20 kawan carrier billing untuk mendukung pembayaran diseluruh negara.

Sementara untuk meliputi semua pengguna, Google menambahkan opsi gres dalam pembayaran tunai.Jika sudah menentukan metode tunai untuk melaksanakan pembayaran, pengguna akan menerima arahan pembayaran untuk dibayarkan di toko ritel terdekat. Setelah melaksanakan pembayaran, pengguna akan menerima email konfirmasi bukti pembayaran dan mampu mengunduh aplikasi.

Meskipun Google mempunyai aplikasi yang lebih banyak dari iOS, namun belakangan Google lebih selektif dalam memasukan aplikasi di google play store. Hal ini mampu dilihat dari data yang diumumkan Google baru-baru ini, dan jumlah aplikasinya kian turun.

Pada tahun kemudian Google tidak mengijinkan 55 persen lebih banyak aplikasi untuk masuk ke Play Store dibandingkan 2017. Sementara penangguhan aplikasi naik tidak kurang dari 66 persen.

Seperti dilansir Uber Gizmo, beberapa waktu kemudian Andrew Ahn, Product Manager Google Play menjelaskan, alasannya, seluruh aplikasi tersebut dinilai berbahaya, sehingga mampu memicu acara berbahaya termasuk hadware dan mengumpulkan data pengguna.

Hal tersebut juga juga merupakan investasi dalam derma secara otomatis dan proses ulasan insan yang memainkan tugas penting untuk mengidentifikasi dan menindak aplikasi-aplikasi buruk,peningkatan penolakan dan penangguhan aplikasi ini merupakan bentuk upaya berkelanjutan untuk memperkuat kebijakan, dan mengurangi jumlah aplikasi berbahaya di Play Store.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *