Supaya Playlist Lebih Personal, Spotify Andalkan Algoritma

Supaya Playlist Lebih Personal, Spotify Andalkan Algoritma

Untuk membuat playlist pengguna lebih terpersonalisasi Spotify akan memanfaatkan algoritma dari kecerdasan buatan.

Seperti dilaporkan The Verge, untuk membuat playlist yang lebih terpersonalisasi untuk selera musik penggunanya.

Dijelaskan dalam blognya, bahwa Spotify memahi selera musik orang-orang itu berbeda dan lagu-lagu yang ingin dinyanyikan mungkin berbeda-beda juga. Sehingga hal ini yang mendasari Spotify ingin membuat playlist di mana sesuai dengan selera pendengarnya dan lebih masuk ke indera pendengaran mereka.

Sebelumnya, layanan streaming musik asal Swedia ini juga berencana untuk menggarap playlist menurut DNA pengguna. Bahkan, Spotify sudah bekerja sama dengan perusahaan genealogi Ancestry.com.

Lewat kolaborasi dengan perusahaan genealogi ini, pengguna sanggup melacak sejarah keluarganya dan balasannya dikirimkan ke Spotify.

Lalu, layanan tersebut akan membuat daftar putar menurut gosip keluarga pengguna dan lagu yang didengarnya.

Karenanya, pengguna yang tertarik sanggup mendaftar dengan biaya US$ 99 melalui acara AncestryDNA.

Ancestry selaku perusahan rekanan juga memastikan akan melindungi data pengguna yang terlibat acara ini. Karenanya, Spotify tidak akan mempunyai terusan ke data DNA tiap pelanggan Ancestry.

Spotify juga menegaskan jikalau update playlist mereka juga bisa meningkatkan jumlah pendengar mereka.

Spotify mengklaim mempunyai 200 juta pengguna aktif bulanan dan total 40 juta daftar putar di platformnya.

Dari data yang tercacat, sebagain besar pengguna masih didominasi oleh para pelanggan non-premium alias yang bergantung pada subsidi iklan. Jumlah pelanggan gratisan ini mencapai 113 juta pengguna, sementara pelanggan premium sebesar 87 juta.

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *