Penetrasi Smartphone di Indonesia Masih Rendah

Hanya empat dari 10 orang penduduk di Indonesia yang memakai ponsel cerdas atau smartphone. Hal itu menurut laporan survei yang dilakukan forum Pew Research Center, Kamis (7/2). Kondisi ini menandai tingkat kepemilikan smartphone yang masih rendah, di antara negara-negara berkembang lainnya.

Korea Selatan (Korsel) disebutkan menduduki peringkat pertama untuk kategori negara maju terhadap kepemilikan smartphone di dunia. Sebanyak 95 persen dari populasi penduduk di Korsel disebutkan memakai perangkat smartphone, atau menjadi yang tertinggi di antara 27 negara yang disurvei.

Israel berada di posisi kedua dengan kepemilikan smartphone sebesar 88 persen, diikuti oleh Belanda 87 persen, dan Swedia diperingkat ketiga dengan 86 persen.

Sementara, untuk negara-negara berkembang, tingkat kepemilikan ponsel cerdas disebutkan sangat bervariasi secara substansial. Afrika Selatan (Afsel) dan Brasil disebutkan mempunyai tingkat penetrasi smartphone tertinggi dengan 60 persen, diikuti oleh Filipina di peringkat ketiga dengan 55 persen.

Indonesia sendiri berada di peringkat ke-6 dengan 42 persen dari populasi penduduk mempunyai perangkat smartphone, 28 persen mempunyai ponsel namun bukan smartphone, dan 29 persen lainnya tidak mempunyai keduanya.

India disebutkan mempunyai tingkat kepemilikan ponsel cerdas terendah di antara negara-negara berkembang yang disurvei, dimana hanya 24 persen penduduk yang mempunyai smartphone.

Dominasi Generasi Muda

Laporan yang dirilis Pew Research Center juga menyatakan, salah satu kesamaan dari kepemilikan smartphone di negara maju dan negara berkembang adalah, tugas generasi muda yang semakin lebih banyak didominasi dalam mendorong penetrasi.

Orang-orang muda yang mempunyai tingkat pendidikan lebih tinggi dan mempunyai tingkat pendapatan lebih tinggi, dinilai lebih cenderung terhubung secara digital.

Kalangan usia muda di setiap negara yang disurvei, jauh lebih mungkin mempunyai perangkat smartphone, mengakses internet, dan memakai media umum (Medsos).

Pihak Pew Research Center sendiri mengatakan, survei yang dilakukan pihaknya mengelompokkan negara menjadi dua kelompok, maju dan berkembang, menurut aneka macam sumber, termasuk pembagian terstruktur mengenai nilai pendapatan dari Bank Dunia dan ukuran ekonomi negara yang diukur dengan produk domestik bruto (PDB).

About the Author: kyak

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *